Implementasi Edmodo Dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Perkembangan teknologi sangat erta kaitannya dengan pemanfaatan komputer. Seiring dengan waktu, bentuk komputer sangat beragam. Komputer yang pada awalnya adalah alat hitung, kini bertrasformasi menjadi piranti pemecah masalah. Komputer dalam teknologi terbaru bahkan sudah dibekali dengan kecerdasan tiruan. Dalam perkembangannya, komputer tidak hanya digunakan dalam industri saja. Dunia pendidikan tidak luput dari imbas perkembangan teknologi komputer. Klas dan laboratorium tradisional dianggap mengahbiskan biaya pendidikan. Dengan komputer, kelas dan laboratorium bisa diubah menjadi bentuk digital.

             Dampak dari perkembangan pemanfatan komputer di ruang kelas adalah berkembangnya cara berkomunikasi siswa. Teknologi yang berkembang, membuat cara berkomunikasi siswa mengalami perubahan. Siswa semakin banyak berkomunikasi dengan bahasa tukis melalui website. Siswa introvet bisa menajdi favorit ketika ia berkomunikasi di dunia  maya. Tentu saja, dengan semakin banyaknya aplikasi yang dapat dimanfaatkan secara langsung di kelas, guru semakin banyak memiliki peluang untuk membuat variasi cara mengajar yang disesuaikan dengan zaman modern. Guru tidak lagi hanya memberikan materi, akan tetapi mendidik siswa. Tantangan guru tidak lagi bersifat nyata yang dapat dihadapi, namun bersifat maya.

              Pada tahun 2014, dan saat ini pun masih relevan, kualitas penggunaan ICT dalam pembelajaran pada guru masih rendah, dan dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut : (1) kurangnya SDM guru yang menguasai ICT; (2) tidak mau repot atau merasa puas dengan hasil pekerjaan yang telah dicapai; (3) sikap yang sekedar melaksanakan tugas yang diberikanoleh pimpinan  atau kepala sekolah; (4) kurangnya kemauan guru untuk belajar; (5) kurang atau bahkan tidak adanya sarana prasarana (fasilitas internet di sekolah); dan (6) masih mahalnya tarif pemasangan internet dan perangkat teknologi lainnya.

             Salah satu media yang dapat menyesuaikan dengan cara berkomunikasi, perkembangan teknologi adalah EDMODO. Gap antara guru jaman dahulu dan teknologi saat ini memerlukan pendampingan. Edmodo hadir sebagai solusi atas kendala yang perlu disegerakan dijadikan solusi.

             Guru secara didampingi untuk menyusun pernyataan yang mendorong siswa untuk melakukan. Pada dasarnya, supaya belajar dan berpikir, siswa “disuruh” dan “ditanya”. Untuk “menyuruh” siswa, seperangkat tugas dan perintah yang perlu dilakukan guru adalah jelas. Perintah akan diawali dengan kata perintah “jelaskan”, “lukiskan”, “selidikilah”, dan kata sjjenis. Masalah akan muncul ketika guru diminta untuk menyusun pertanyaan yang membuat siswa untuk melakukan sesuatu kegiatan. Contohnya, ketika guru diminta untuk membuat pertanyaan terkait dengan “spidol”, masih ada pertanyaan yang berjenis: apakah warna spidol ? bagaimana cara menggunakan spidol ? berapa harganya ? pertanyaan berjenis tersebut adalah pertanyaan yang cukup dengan melihat den mendengar saja. Pertanyaan tersebut tidak mendorong siswa untuk melakukan.

             Lalu pertanyaan yang bagaimanakah yang mendorong siswa untuk melakukan ? ada beberapa contoh pertanyaan yang muncul, antara lain: Berapakah panjang spidol itu? Berapakah beratnya? Manakah yang lebih berat, antara spidol atau buku? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, seseorang harus melakukan kegiatan, pengukuran, membandingkan, menimbang, dan kegiatan lainnya. Pertanyaan tersebutlah yang mendorong siswa melakukan sesuatu sebelum menjawab.

             Dalam kegiatan, guru kemudian dipandu untuk menyusun pertanyaan yang mendorong siswa untuk melakukan. Kegiatan dimulai dengan “merasakan” lembar kerja yang berkarakter. Diskusi kemudian muncul, apakah bentuk lembar kerja harus berupa lembaran? Pada kegiatan tersebut guru menyepakati bahwa lembar kerja tidak identik dengan kata lembar. Namun dapat berupa slide PPt dan bahkan bisa sekedar disampaikan dengan lisan.

             Guru dibimbing dan dipandu untuk mneyusun bahan ajar untuk media cetak dan elektronik yang berbeda. Bahan ajar cetak, kekurangannya yang ada pada bahan ajar dapat segera ditutupi dengan adanya komunikasi langsung dengan guru. Berbeda karakter dengan bahan ajar cetak, bahan ajar elektronik harus disusun dengan sebaik mungkin. Jika perlu, bahan ajar elektronik dapat digunakan tanpa bimbingan guru. Pada akhir kegiatan daikhiri dengan fasilitas penyusunan perangkat evaluasi. Dalma edmodo.com, perangkat evaluasi berupa kuis dan poling. Kuis bisa digunakan sebagai assesment formatif, sedangkan polling dapat digunakan sebagai refleksi pembelajaran. Untuk mengimplementasikan edmodo dalam kelas, yaitu penguasaan teknil menyusun perangkat tugas dan pertanyaan, menyusun bahan ajar elektronik, mendorong siswa untuk saling menghargai pendapat, dan menyusun evaluasi pembelajaran. Pembelajaran dengan menggunakan edmodo juga membuat guru mampu mengontrol kelajuan materi. Guru juga dapat dengan mudah memeriksa plagiarisme karya siswa. Dengan demikian, secara otomatis guru telah membangun lingkungan belajar terkontrol yang bertanggung jawab.

             Perkembangan Information and Communication Technology (ICT) menuntut dunia pendidikan terus mengalami peningkatan mutu terutama penyesuaian penggunaan ICT dalam proses pembelajaran. Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat dapat merubah sistem seseorang untuk dapat menggunkan teknologi secara maksimal, termasuk ke dalam hal ini adalah ilmu yang banyak menggunakan teknologi adalah dalam bidang pendidikan untuk proses pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan proses transformasi baik ilmu pengetahuan maupun materi pembelajaran yang dismpaikan guru ataupun sumber lain kepada siswa ataupun penerima informasi lain melalui alat atau media tertentu. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap pembelajaran. Selain dalam proses pembelajaran dengan media edmodo ini juga dapat digunakan untuk kegiatan lain, misalnya e-learning yang memanfatkan teknologi informasi dan internet. Pemanfaatan e-learning selain untuk kegiatan pembelajaran juga digunakan untuk kompetisi, misalnya adalah olimpiade. Dengan media e-learning seharusnya juga dapat membantu dalam pelaksanaan kegiatan olimpiade tersebut. Media e-learning yang dapat digunakan adalah edmodo. Edmodo adalah salah satu jenis media pembelajaran e-learning dalam bentuk website yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran, penugasan maupun kuis yang dapat memuat berbagai media yang berupa gambar, animasi, teks, serta suara.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close