Pengembangan Kelas Virtual dengan Google Classroom Dalam Keterampilan Pemecahan Masalah

Dewasa ini perkembangan ilmu teknologi berkembang secara pesat. Setiap pekerjaan saat ini dapat dikerjakan hanya dengan mengusap jari pada layar gawai yang dimiliki. Misalnya untuk membeli barang yang diinginkan hanya cukup dengan menggerakkan jari ke layar gawai untuk memilih barang yang diinginkan. Sehingga dengan kemajuan teknologi tersebut maka energi yang dibutuhkan untuk mengerjakan suatu kegiatan tidak membutuhkan energi yang cukup banyak. Generasi net hanya perlu menggerakkan mouse do board atau hanya menyentuh screen komputer serta boleh masuk dan keluar dunia cyber tanpa harus meninggalkan rumah. Generasi net lebih mengekspresikan kebebasannya kepada dunia sehingga mereka lebih merasa dianggap oleh dunia di sekitar mereka.

             Modernisasi teknologi itu juga tidak hanya merambah dunia perdagangan saja melainkan teknologi sudah mulai merambah dunia pendidikan. Dunia pendidikan sudah mulai meninggalkan pembelajaran secara luring. Dunia pendidikan saat ini sudah mulai mengarah kepada pembelajaran secara daring. Oleh karena itu, saat ini proses belajar sudah dapat dilakukan dengan mengerjakan aktivitas yang lainnya.

             Pada saat ini, peserta ajar dari proses pembelajaran merupakan peserta didik dari generasi Z. Pembelajaran yang berpusat pada guru tidak lagi cocok pada generasi ini sehingga perlu berubah ke pendekatan yang lebih berpusat pada siswa, terutama pada siswa yang amat beragam kemampuannya. Melalui pembelajaran secara daring, maka diharapkan peserta didik dapat lebih mengembangkan kemampuannya ke arah yang lebih baik. Salah satu kemampuan yang diharapkan dapat berkembang lebih baik adalah kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah matematis adalah suatu keterampilan pada diri peserta didik agar mampu menggunakan kegiatan matematik untuk memecahkan masalah dalam matematika, masalah dalam ilmu lain dan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan pemecahan masalah amatlah penting dalam matematika, bukan saja bagi mereka yang di kemuadian hari akan mendalami atau mempelajari matematika, melainkan juga bagi mereka yang akan menerapkannya dalam bidang studi lain dan dalam kehidupan sehari-hari.

             Salah satu cara yang dapat digunakan untuk melakukan proses pembelajaran secara daring adalah dengan menggunakan Google Classroom. Pemanfaatan Google Classroom dapat melalui multiplatform yakni dapat melalui komputer dan dapat melalui gawai. Guru dan siswa dapat mengunjungi situs https://classroom.google.com atau dapat mengunduh aplikasi melalui playstore di android atau melaui app store di IOS dengan keyward Google Classroom. Penggunaan tersebut tanpa dipungut biaya, sehingga pemanfaatannya dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Melalui pembelajaran daring dengan menggunakan Google Classroom, maka tujuan dari pengembangan kelas virtual tersebut adalah (i) mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, (ii) menguji efektivitas Google Classroom dalam proses pembelajaran.

             Melalui aplikasi Google Classroom diasumsikan bahwa tujuan pemeblajaran akan lebih mudah direalisikan dan sarat kebermaknaan. Oleh karena itu, penggunaan Google Classroom ini sesungguhnya mempermudah guru dalam mengelola pembelajaran dan menyampaikan informasi secara tepat dan akurat kepada siswa. Melalui pembelajaran dengan blended learning maka siswa merasa nyaman dan aktif dalam mengonstruksi pengetahuannya. Guru dapat memanfaatkan berbagai fitur yang terdapat pada google classroom seperti assigments, grading, communication, time-cost, archive course, mobile application, dan privacy.

             Kelas virtual (virtual class) merupakan kelasyang berbasiskan pada web, di mana guru dan murid dapat berinteraksi kapan saja dan dimana saja tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Sama seperti dikelas konvensioanal, dalam pembelajaran yang dilakukan dikelas virtual maka siswa dan guru dapat berinteraksi satu sama lain, yang berarti siswa masuk ke kelas virtual pada saat yang sama.

             Google Classroom (atau dalam bahasa Indonesia yaitu ruang kelas google) adalah sebuah serambi pembelajaran yang dapat diperuntukkan terhadap setiap ruang lingkup pendidikan yang dimaksudkan untuk membantu menemukan jalan keluar atas kesulitn yang dialami dalam membuat penugasan tanpa menggunakan kertas (paperless). Perangkat lunak ini diperkenalkan sebagai bagian dari Google Apps for Education (GAFE) sejak 12 Agustus 2014. Melalui aplikasi ini maka memudahkan guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan lebih mendalam. Hal ini disebabkan, baik guru maupun siswa dapat mengumpulkan tugas, mendistribusikan tugas, dan menilai tugas tanpa terikatoleh batas waktu pelajaran.

             Kemampuan pemecahan masalah berperan penting dalam proses pembelajran. Kemampuan pemecahan masalah seharusnya dijadikan fokus utama dalam pembelajaran matematika di sebuah sekolah. Pemecahan masalah merupakan penerapan dari penegtahuan dan keterampilan dalam pemecahan masalah terjadi dari pengalaman-pengalaman sebagai pengetahuan awal yang dapat disintesiskan. Pemecahan masalah adalah proses menerima masalah dan berusaha menyelesaikan masalah tersebut.

             Pemecahan masalah sebagai suatu usaha individu menggunakan pengatahuan, keterampilan dn pemahamnnya untuk menemukan solusi dari suatu masalah. Langkah-langkah penyelesaian masalah adalah memahami masalah (understanding), merencanakan penyelesaian (planning), menyelesaikan masalah (solving), melakukan pengecekan kembali (checking).

             Keefektifan pembelajaran dapat diukur menggunakan empat indikator sebagai berikut: (1) kualitas pembelajaran, yaitu seberapa besar kadar informasi yang disajikan sehingga siswa dengan mudah dapat mempelajarinya atau tingkat kesalahannya semakin kecil. Semakin kecil tingkat kesalahan yang dilakukan berarti semakin efektif pembelajaran, (2) kesesuaian tingkat pembelajaran yaitu sejauh mana guru memastikan tingkat kesiapan siswa dalam menerima materi baru, (3) insentif yaitu seberapa besar usaha guru memotivasi siswa untuk menyelesaikan atau mengerjakan tugas-tugas dan mempelajari materi yang diberikan. Semakin besar motivasi yang diberikan, maka semakin besar pula keaktifan siswa denagn demikian pembelajaran akan efektif. (4) waktu, yaitu waktu yang dibutuhkan siswa untuk menyelesaikan kegiatan pembelajaran. Pembelajaran akan efektif apabila siswa dapat menyelesaikan pelajaran sesuai dengan waktu yang ditentukan.

             Secara umum implementasi proses pembelajaran menggunakan Google Classroom sebesar 88% dari rancangan penelitian. Hasil pekerjaan siswa dalam pemecahan masalah juga sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan pada awalnya. Dengan menggunakan Google Classroom, maka kemampuan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan serta untuk keefektifan dari penggunaan Google Classroom mendapatkan respon yang positif dari siswa. Hal tersebut disimpulkan dari hasil pekerjaan siswa beserta jawaban siswa dalam kuisioner terbuka yang diberikan secara daring.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close